Selamat Datang
di Blog Kami

Minggu, 22 Januari 2012

SEKILAS TENTANG MTS MH TROSO

0 komentar

 
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Matholi'ul Huda Troso adalah institusi pendidikan menengah pertama yang berorientasi Islam. Terletak 13 Km dari pusat kota Jepara, MTs Matholi'ul Huda Troso hadir menjawab harapan masyarakat yang mendambakan pendidikan yang terjangkau namun tetap berkualitas dan berdaya saing. Letak MTs Matholi'ul Huda Troso cukup strategis karena terletak di jalur Kecamatan Pecangaan, menjadikan madrasah ini mudah dijangkau oleh peserta didik.
Berawal dari gagasan the Founding Fathers untuk memenuhi harapan masyarakat yang mendambakan pendidikan formal yang sesuai dengan 'isi kantong' namun tetap dapat bersaing di kancah daerah, pada tanggal 26 April 1996 secara resmi berdiri MTs Matholi'ul Huda Troso di bawah naungan Yayasan pendidikan Islam Matholi'ul Huda Troso yang diketuai oleh KH. Abdul Jalil al-Hafidz.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh pihak madrasah untuk mengembangkan kualitas akademis para peserta didik, salah satu usaha yang ditempuh adalah dengan menunjuk guru pengampu mata pelajaran yang memang kompeten di bidangnya. Selain itu pembenahan infrastruktur madrasah juga terus digiatkan dari awal pendirian hingga sekarang. Hal itu dimaksudkan agar tercipta suasana belajar mengajar yang nyaman dan lengkap.
Madrasah ini dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Matholi'ul Huda Troso.
Kepala Madrasah yang pertama adalah KH. Abdul Jalil yang juga Ketua Yayasan.
Dalam perjalanannya Kepala Madrasah kemudian diserhakan kepada Drs. H. Sobari, dan selanjutnya mulai tahun 1999, lalu  Drs. H. Nur Kholis Syam'un, setelah itu dikepalai olah Karwadi, S.Ag. sejak tahun 2009 sampai sekarang 2011.
Dalam perkembangannya MTs Matholi'ul Huda Troso mengalami perubahan yang sangat pesat, mulai dari jumlah siswa yang terus meningkat, sampai fasilitas gedung yang sangat menunjang dalam proses belajar mengajar. Sejak berdirinya madrasah ini, selalu menorehkan prestasi-prestasi yang cukup membanggakan, baik bidang akademik maupun bidang nonakademik.
Berbagai terobosan yang inovatif dilakukan oleh kepala madrasah dan pihak-pihak yang membantunya untuk memberikan 'sesuatu yang lebih' dan 'sesuatu yang lain dari yang lain' kepada peserta didik. Di antara dari sekian banyak inovasi tersebut adalah memasukkan pelajaran ekstra (pelajaran tambahan) menjadi pelajaran intra, seperti Tata busana, Khitobah (pidato), Nasyid, dan  kegiatan-kegiatan yang lainnya. Langkah-langkah tersebut tidak lain adalah untuk memberikan keterampilan peserta didik untuk hidup di masyarakat kelak.
Semua itu berorientasi pada visi madrasah, yaitu "Luhur dalam Budi, Tinggi dalam Prestasi" yang menjadi ruh dalam setiap gerak MTs Matholi'ul Huda Troso dalam melayani masyarakat menuju manusia yang berbudi luhur, namun juga berprestasi yang tinggi.

Tips dan Cara Menghemat Tisu

0 komentar
Jika teman-teman mencintai lingkungan atau irit, marilah kita mulai berhemat terhadap hal-hal yang sepele. Salah satu yang bisa kita hemat adalah berhemat penggunaan tisu. Tisu diklaim telah memotong banyak pohon karena bahan dasarnya adalah tumbuhan. Nah, supaya lingkungan kita terjaga, pohon-pohon tidak habis, alias kita berjalan beriringan untuk membuat pengusaha tisu kebingungan karena barangnya tidak laku, maka kita bisa memulai dengan menghemat tisu.

Salah satu cara menghemat tisu adalah tidak menggunakan tissue untuk hal kecil lalu dibuang. Tisu yang tidak terpakai semua, bisa digunakan lagi dengan membuang bagian yang terpakai saja. Contoh, jika kita membuang ingus, maka kita cukup membuang bagian tisu yang terkena ingus saja. Caranya:
1. Setelah membuang ingus di tisu, lipat dan buat seperti ini:
hemat-tisu  
2. Jika sudah terlipat seperti diatas, kita tinggal potong bagian yang ada ingusnya. Hasilnya:
hemat-tissue-potong
3. Buang bagian terpotong yang ada ingusnya, lalu yang masih bersih, bisa dilipat kembali dan dimasukan kekantong untuk dipakai lagi.


So, jangan ragu untuk memulai hidup go green.

Pohon Trembesi, Sang Pohon Hujan

0 komentar
Nama latin pohon trembesi ini adalah Samanea Saman (Rain Tree). Pohon ini aslinya hidup di Amerika Selatan dan sekarang secara natural juga hidup dalam cuaca tropis. Secara natural bisa mencapai pertumbuhan sampai ketinggian 25 meter dan diameter 30 meter.

Disebut Pohon Hujan (Rain Tree) karena air yang sering menetes dari tajuknya yang disebabkan kemampuannya menyerap air tanah yang kuat. Daunnya juga sangat sensitif terhadap cahaya dan menutup secara bersamaan dalam cuaca mendung (ataupun gelap) sehingga air hujan dapat menyentuh tanah langsung melewati lebatnya kanopi pohon ini. Rerumputan juga berwarna lebih hijau dibawah pohon hujan dibandingkan dengan rumput disekelilingnya.

Pohon ini memang diperuntukkan bagi ruang publik yang sangat luas seperti taman atau taman, halaman sekolah ataupun pekarangan rumah yang mempunyai area tanah yang sangat luas.

Ciri pohon trembesi ini sangat mudah dikenali dari karakteristik dahan pohonnya yang akan membentuk seperti bentuk payung. Dan pohon trembesi ini akan tumbuh melebar melebihi ketinggian pohonnya (gak kebayang ademnya kalau ditanam di tengah lapangan Simpang Lima). Dinegara asalnya pohon ini dipergunakan sebagai pohon penyejuk di perkebunan maupun taman.

Selain kelebihan diatas ternyata pohon trembesi juga mampu menyerap CO2 puluhan kali dari pohon biasa. Pohon trembesi mampu menyerap 28,5 ton karbondiokasida setiap tahunnya. (diamaeter tajuk 15 meter). Bandingkan dengan pohon biasa yang rata-rata mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya. Selain itu pohon Trembesi juga mampu menurunkan kosentrasi gas secara efektif, tanpa penghijauan dan memiliki kemampuan menyerap air tanah yang kuat.

Mungkin karena kemampuan menyerap CO2 inilah maka pemerintah meluncurkan program Penanaman 1 Miliar Pohon tahun 2010 dengan trembesi sebagai pohon utama untuk ditanam.

Tetap masih ada pro dan kontra terhadap penanaman pohon trembesi ini. Yang pertama karena kemampuan pohon trembesi menyerap air tanah yang sangat kuat sehingga ditakutkan malah akan mengurangi ketersediaan air tanah. Yang kedua karena tanaman yang hidup dibawah pohon trembesi tidak akan dapat bertahan karena perindang yang cukup lebat sehingga tanaman dibawahnya tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup.

Kalau menurut saya, asalkan pohon ini tidak ditanam secara membabi buta dan memperhatikan keragaman hayati daerah setempat makan pohon trembesi ini akan sangat bermanfaat. Memperhatikan keragaman hayati setempat inilah yang saya harapkan dari Pemerintah Pusat maupun kota ketika hendak menanam pohon trembesi ini sebagai pohon utama program penghijauan di tahun ini.(jambul/366)

(Bobby, sumber Kompasiana)

Serunya OPP di MTs. MH Troso

0 komentar
Troso, MAMHTROSO.com - Kegiatan Orientasi Pramuka Penggalang (OPP) yang digelar di MTs. Matholi’ul Huda Troso, Jumat (21/10/2011) kemarin berlangsung meriah. Tidak kurang dari 200 calon anggota pramuka penggalang mengikuti kegiatan tersebut. Berbagai kegiatan asah kreatifitas dan kekompakan mengisi acara sehari ini, seperti: lomba yel, dinamika kelompok, permainan meniup balon, serta hasta karya. Dalam OPP ini, Peserta terbagi menjadi 20 regu putra dan putri. Agar dapat mengikuti jalannya acara dengan tertib, setiap regu didampingi satu bina damping yang berasal dari anggota dewan penggalang.

Seusai upacara pembukaan di halaman MTs. MH Troso, dewan penggalang selaku panitia kegiatan dengan dibantu oleh sejumlah Pembina pramuka melakukan pengecekan perlengkapan yang dibawa oleh peserta OPP. Perlengkapan tersebut meliputi  perlengkapan regu dan pribadi yang dibutuhkan selama OPP berlangsung.

Sebelum keberangkatan, setiap regu diwajibkan menampilkan sebuah yel penyemangat. Boleh jadi, lomba ini adalah ajang adu spontanitas, pasalnya hampir seluruh peserta OPP belum mempersiapkan materi yel yang akan dilombakan. Dapat dimaklumi, rentang waktu persiapan dan dan pelaksanaan lomba hanya terpaut satu hari. Meski demikian, kreatifitas peserta OPP yang juga siswa kelas VII tersebut patut diacungi jempol. Mereka dapat menyuarakan yel dengan cukup vokal. Setiap regu yang telah melewati lomba ini dapat meneruskan perjalanan menyusuri rute di desa Troso dan sekitarnya.

Dalam perjalanannya, setidaknya ada tiga kegiatan yang diikuti oleh peserta OPP. Ketiga kegiatan tersebut ditempatkan di tiga pos yang berbeda. Pada pos pertama, peserta diajak bermain komunigaya, sebuah permainan mengasah komunikasi antarpeserta dalam satu regu. Dalam permainan ini, salah satu anggota regu maju ke depan barisan untuk menerima lima kata rahasia yang diberikan oleh Pembina pramuka. Kata-kata tersebut harus disampaikan kepada rekan-rekannya menggunakan gestur tubuh. Jika dapat menjawab semua kata dengan tepat, maka regu tersebut mendapatkan nilai sempurna pada lomba ini.

Keluguan dan kepolosan peserta OPP begitu kental terasa. Mereka yang ditugasi memeragakan kata-kata tersebut berusaha memahamkan kata-kata yang dimaksudnya melalui gestur yang lucu, sehingga tak jarang memantik tawa dari rekan-rekannya maupun Pembina yang menyaksikan lomba ini.

Permainan tak kalah serunya adalah di pos kedua. Jika di pos sebelumnya, peserta diadu kecerdasan dalam menebak suatu kata, maka di pos kedua peserta harus beradu cepat meniup balon hingga pecah. Setiap regu menunjuk salah satu perwakilaan untuk memecahkan balon yang berisi tepung putih. Tentu saja peserta yang satu ini menjadi peserta yang paling ‘sial’ dalam satu regu. Selain harus memompakan udara sebanyak-banyaknya ke dalam balon, dia harus mendengarkan ‘nyaringnya’ bunyi letusan balon yang ditiupnya, sedangkan teman-temannya hanya menutup telinga sambil menertawainya. Sialnya lagi, noda putih dari tepung akan mengenai pakaiannya ketika balon meletus. Meskipun begitu, peserta yang menjadi ‘korban’ tersebut merasa senang dan puas karena dapat memecahkan balon dengan sempurna. Bahkan untuk melampiaskan kepuasannya, peserta tersebut justru berpose saat MAMHTROSO.com mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera.

Menjelang istirahat shalat jumat, kegiatan dilanjutkan di pos ketiga. Peserta diwajibkan membuat sebuah hasta karya yang berbahan dasar bekas kemasan rokok. Berbagai kreasi unik dihasilkan, seperti miniatur menara, rumah, mobil, hingga burung garuda.

Perjalanan dilanjutkan setelah peserta putra mengikuti shalat Jumat di masjid Datuk Ampel Troso. Kegiatan berikutnya adalah pengenalan Dewan Penggalang (DP) yang digelar di ruang pertemuan MTs. MH Troso.

Setiap anggota DP diberi kesempatan satu per satu untuk memperkenalkan diri kepada seluruh peserta OPP. Mereka juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanyakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kepramukaan di MTs. MH Troso.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan upacara penutupan dan pengumuman pemenang lomba yang telah diikuti oleh peserta OPP.

Kegiatan yang menyenangkan

Boleh dikatakan, kegiatan OPP tahun 2011 yang digelar di MTs. MH Troso nyaris tanpa materi teknik kepramukaan. Ada beberapa alasan mengapa format OPP kali ini dibuat demikian. “Ya, karena (OPP tahun 2011-red) ini sifatnya hanya sebagai perkenalan kepramukaan di MTs. MH Troso, jadi kegiatan dibuat semenyenangkan mungkin dan tidak memberatkan anak.”, kata Danang Fardian, salah satu Pembina pramuka saat ditanyai MAMHTROSO.com melalui sms.

Alasan yang diungkapkan Danang cukup masuk akal, pasalnya kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan di MTs. MH Troso menjadi satu-satunya ekstrakurikuler yang diwajibkan bagi siswa kelas VII. Dengan dibuatnya format OPP tanpa materi tekpram diharapkan dapat menjadikan anggota pramuka penggalang baru di MTs. MH Troso merasa senang dan betah mengikuti kepramukaan hingga kelas IX. (aaf)

(Sumber: mtsmhtroso.blogspot.com)

MTs. MH Troso Raih Juara Umum (Lagi)

0 komentar
Jepara - Gugus depan (Gudep) MTs. Matholi'ul Huda Troso berhasil mempertahankan gelar juara umum putri, bahkan mendapat gelar baru, yaitu juara umum putra pada kompetisi kepramukaan Arena Jelajah Penggalang V (AJP V) yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 3 Jepara pada Ahad, 11 April 2010. kejuaraan tersebut diikuti oleh ratusan anggota pramuka penggalang dari gudep-gudep yang ada di Kwartir Cabang Jepara. Hampir keseluruhan mata lomba yang diperlombakan adalah materi-materi teknik kepramukaan seperti shemapore, morse, Pertolongongan Pertama, Menaksir, Pemetaan, dan Cerkas pengetahuan kepramukaan. Selain itu, ada satu mata lomba lagi yang baru pertama kali dilaksanakan dalam event-event pramuka tingkat Jepara, yaitu Jamboree on the Internet (JOTI).

AJP V ini merupakan kegiatan ketiga yang diikuti MTs. MH Troso sejak keikutsertaan perdana pada tahun 2002 lalu. Pada saat itu, prestasi yang diraih belum semaksimal seperti pada keikutsertaan kedua dan ketiga. Gelar Juara umum putra pertama kali diraih pada MTs. MH Troso pada tahun 2006.

Dari beberapa mata lomba yang diikuti, hampir seluruhnya disabet oleh MTs. MH Troso dan menggungguli gudep-gudep lain. Atas keberhasilan tersebut, MTs. MH Troso berhasil memboyong kembali tropi bergilir juara umum putri, bahkan berhasil merebut tropi bergilir juara umum putra.

(Sumber: mtsmhtroso.blogspot.com)

14 Cara mengurangi Global Warming

0 komentar
Masalah Global warming atau pemanasan global memang sudah tidak asing lagi, penyebabnya tidak lain berasal dari manusia sendiri. Global warming terjadi karena adanya EFEK RUMAH KACA dimana panas yang diterima bumi dari sinar matahari yang seharusnya di pantulkan kembali ke luar angkasa, itu malah dipantulkan kembali ke bumi oleh adanya awan polusi.

Sebenarnya ada bermacam cara memperlambat dampak pemanasan global, cara-cara tersebut umumnya mudah dan sederhana. Tetapi kurang dilakukan secara serius oleh kebanyakan orang. Padahal pemanasan global adalah masalah yang serius. Suhu Bumi yang terus meningkat akan ber efek panjangnya musim kering atau kemarau. Mencairnya gunungan es di kutub. Naiknya permukaan air laut. Dan sulitnya mencari sumber mata air. Kalau sudah begitu siapa coba yang tanggung jawab? Berhubung Masih belum terlalu parah efeknya, mari kita lakukan 14 langkah perubahan menuju hidup yang lebih baik, berkualitas  dan ramah lingkungan.

1. Batasi Penggunaan kertas

Tanamkan di pikiran anda kuat-kuat, bahwa setiap anda menggunakan selembar kertas maka anda telah menebang sebatang pohon. Oleh karena itu gunakan kertas se-efektif mungkin misalnya dengan mencetak print out bolak-balik pada setiap kertas. Bila anda nge-print sesuatu yang tidak terlalu penting, gunakanlah kertas bekas yang dibaliknya masih kosong.

2. Ganti bola lampu.

Segera ganti bola lampu pijar anda dengan lampu neon. Lampu neon ini membutuhkan energi yang lebih sedikit dibanding lampu pijar. Ingat setiap daya daya listrik yang anda pakai maka anda turut serta menghabiskan sumber daya energi listrik yang kebanyakan berbahan bakar fosil. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar tak terbarukan, dan dalam jangka sepuluh tahun ke depan mungkin bahan bakar jenis ini akan habis.

3. Hindari Screen Saver

Shut down Komputer anda jika tidak akan digunakan dalam jangka lama, atau jika anda terpaksa meninggalkan komputer dalam keadaan menyala, matikan screen saver. Mengaktifkan screen saver akan memakan energi dan mengeluarkan emisi Co2. Jadi matikan screen saver anda sekarang!

4. Periksa tekanan ban

Setiap anda ingin bepergian janagn lupa memeriksa tekanan ban kendaraan anda. ban yang kurang angin akan memperlambat laju kendaraan dan akhirnya akan membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak.

5. Buka jendela lebar-lebar

Di  Amerika , sebagian besar dari 22,7 ton emisi CO2 berasal dari rumah. Kebanyakan emisi atau gas buang tersebut berasal dari AC, kulkas, kompor gas atau refrigerator. Unutk meminimalkannya ketika dapat mengatur termostat AC dengan suhu udara di luar ruangan. Kemudian bukalah jendela lebar-lebar karena sirkulasi udara yang terjebak dapat  mengkonsumsi energi.

6. Gunakan pupuk organik.

Pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen,  yang kemudian berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (Gas Rumah Kaca) 320 kali lebih besar dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik. Disamping aman, murah pula.

7. Tanamlah rumpun bambu

Pepohonan memang terbukti mampu menyerap CO2, tetapi ternyata pohon atau rumpun bambu mampu menyerap CO2 empat kali lebih banyak dari pohon-pohon lain.

8. Naik kendaraan umum

Saat ini jumlah kendaraan pribadi sudah teramat banyak dan bikin sumpek. Sector transportasi menyumbang sampai 14 %  emisi gas rumah kaca ke atmosfer, jika kita menggunakan kendaran umum maka kita mengurangi emisi gas rumah kaca, karena dalam satu kendaraan umum bisa mengangkut puluhan orang, dan itu sangat hemat energi. Dibandingkan dengan kendaraan pribadi sperti sedan yang hanya mengangkut maksimal empat orang.

9. Kurangi makan daging sapi

Betul, kurangi dari sekarang memakan daging sapi. Selain megandung kalori y ang tinggi. Daging sapi juga menyumbang emisi gas rumah kaca yang cukup signifikan. Setiap kilogaram daging sapi yang kita makan, setara dengan menyalakan bola lampu 20 watt selama 20 hari.

10. Jangan pakai kantong plastik

Di beberapa Negara bagian Amerika, urusan kantong plastik bahkan sampai dibuat undang-undangnya segala. LSM peduli lingkungan mendorong pemerintah Negara setempat unutk melarang penggunaan kantong plastic sebagai kantong belanjaan. Plastik ini memang unsur yang sulit terurai, butuh 1000 tahun untuk mengurainya didalam tanah.

Efek Gas rumah kaca yang ditimbulkannya juga cukup besar. Maka beralihlah ke kantong kain, misal dari kain serat alami.

11. Membeli produk lokal

Produk lokal tentu tidak memerlukan jalur distribusi yang panjang dan membutuhkan banyak bahan bakar. Ini berarti mengurangi emisi CO2 yang dikeluarkan mobil-mobil pengangkutnya. Kemudian belilah produk sayuran atau buah-buahan sesuai musimnya. Ini akan menghemat biaya transportasi dan menghindari harga jual yang mahal.

12. Hidup efisien

Apapun aktifitas manusia di bumi akan berdampak pada bumi yang kita diami ini. Pola komsumsi energi, pola lingkungan dan sebagainya. Hiduplah seefisien mungkin, gunakan sedikit energi, komsumsilah sedikit makanan, tinggalkan pola hidup konsumtif, ramahlah terhadap lingkungan, sedikit bicara lebih banyak berpikir, dan sebagainya.

13. Mengemudi cerdas

Hindari perjalanan yang panjang dan menghabiskan waktu, bila mungkin memotong jalan lakukanlah. Kurangilah aktifitas yang menggunakan kendaraan pribadi. Jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, pilihlah jalan-jalan alternative yang bebas macet dan tidak mengkonsumsi energi. Bila anda menunggu, matikan mesin sebab gas buangan tetap keluar sementara bahan bahan bakar terpakai.

14. Pakai baju bekas

Sekarang bukan jamannya gengsi, toh kita mati tidak membawa gengsi. Tak perlu malu memakai baju bekas atau baju warisan orang tua. Dengan mengurangi membeli pakaian baru maka anda membantu mengurangi pemakaian listrik di pabrik pakaian.

Apalagi banyak bahan kain sintetis yang mengandung minyak bumi. Bahkan katun yang berasal dari kapas ternyata mengandung pestisida.

(Sumber: kabarinews.com)

Fakta Tentang Global Warming

0 komentar
Sekarang ini dunia sedang di landa pemanasan dunia atau GLOBAL WARMING. Banyak dampak yang telah ditimbulkan seperti, bongkahan-bongkahan es di Antartika sudah mulai mencair. Hal ini menyebabkan peningkatan ketinggian air laut, ada 26 bukti nyata penyebab Global Warming tersebut, diantaranya adalah:

1.1
8% Produksi ternak bertanggung jawab terhadap emisi GHG global dari seluruh akitivitas manusia. (Laporan FAO 2006: Livestock Long Shadow)

2. 7
0% tanah dari pembukaan hutan di Amerika Selatan digunakan untuk produksi ternak
(
http://afp. google.com/ article/ALeqM5i3 amXGwXSFd3n2DiXV X62yZa0MRw)

3.
20% Energi dari makanan yang diolah tubuh kita untuk bekerja, sisanya, 80%, dijadikan panas tubuh yang dibuang ke lingkungan. Efisiensi energi tubuh manusia antara 17% (orang tua) hingga 23% (olahragawan kelas dunia). (Dean Heerwagen, “Passive and Active Environmental Controls”, McGraw-Hill Professional, 2003, h.36.)

4.
36,5 kg CO2 Sumbangan gas rumah kaca penyebab pemanasan global oleh 1 kg daging, setara dengan mobil eropa yang berjalan sejauh 250 km, atau energi fosil untuk menyalakan lampu 100 watt selama 20 hari. (Animal Science Journal, DOI: 10.1111/1740- 929.2007. 00457.x.)

5.
7 meter Kenaikan air laut bila es di kutub dan gletser di pegunungan mencair akibat pemanasan global.

6. 100 juta ton Tangkapan ikan global pertahun yang terbuang sia-sia (tak dikonsumsi, terjaring percuma).
(laporan khusus, “Lautan Nan Senyap – Krisis Perikanan Global”, National Geographic Indonesia, April, 2007)

7.
40 juta ekor Ikan hiu yang dibunuh pertahun hanya untuk diambil sirip-nya. (laporan khusus, “Lautan Nan Senyap – Krisis Perikanan Global”, National Geographic Indonesia, April, 2007)

8.
90% Spesies laut yang hilang sejak tahun 1900 akibat eksploitasi. (laporan khusus, “Lautan Nan Senyap – Krisis Perikanan Global”, National Geographic Indonesia, April, 2007)

9.
1000 gigaton Karbon yang tertahan lapisan beku (permafrost), lebih banyak dari di
atmosfir (700 Gt) dan seluruh tumbuhan (650 Gt). Umat manusia melepas 6,5 Gt/tahun.
Lapisan beku telah mulai mencair dan mulai melepas karbon dalam bentuk CO2 dan NH4 ke atmosfir
. (Joel K. Bourne, “Change is Here”, National Geographic, June 22, 2008)

10.
77% Kematian di negara maju oleh penyakit kardiovaskular dan kanker yang berhubungan erat dengan pola makan (14% oleh penyakit menular, 9% oleh kecelakaan). (Pangan dan Uang demi Kesehatan Bangsa”, National Geographic Indonesia, edisi khusus: Detak Bumi, h.29)

11.
55% Kematian di negara berkembang oleh penyakit menular seperti HIV/AIDS, diare dan pernapasan (37% oleh penyakit noninfeksi, 8% oleh kecelakaan). (Pangan dan Uang demi Kesehatan Bangsa”, National Geographic Indonesia, edisi khusus: Detak Bumi, h.29)

12.
15 juta km2 Lahan pertanian untuk pangan di dunia. (Pangan dan Uang demi Kesehatan Bangsa”, National Geographic Indonesia, edisi khusus: Detak Bumi, h.38)

13.
30 juta km2 Lahan penggembalaan ternak. (Pangan dan Uang demi Kesehatan Bangsa”,
National Geographic Indonesia, edisi khusus: Detak Bumi, h.38)

14.
30 miliar dollar AS Subsidi setiap tahun untuk industri perikanan. (Pangan dan Uang demi Kesehatan Bangsa”, National Geographic Indonesia, edisi khusus: Detak Bumi, h.40)

15. 1
6.000 liter Air yang digunakan untuk memproduksi 1 kg daging (1 kg nasi perlu 3.400 liter, 1 kg daging ayam 3.900 liter, 1 kg daging babi 4.800 liter, 1 buah hamburger 2.400 li-ter). (Pangan dan Uang demi Kesehatan Bangsa”, National Geographic Indonesia, edisi khusus: Detak Bumi, h.48); dari sumber Hoekstra/Champagain , 2008. www.waterfootprint.org)

16.
77 juta ton Protein nabati yang dapat dimakan manusia tetapi diberikan ke ternak. Sebaliknya, ternak hanya memberi 58 juta ton protein untuk manusia. (Henning Steinfield, dkk., h.294)

17.
60 miliar hewan yang digunakan untuk memproduksi daging serta produk-produk susu
setiap tahunnya. Sedangkan populasi manusia saat ini sekitar 6,7 miliar.


18.
465 juta ton Kebutuhan daging dunia tahun 2050, dua kali lipat dari kebutuhan tahun 1990, 229 juta ton.

19.
1.043 juta ton Kebutuhan susu dunia tahun 2050, bandingkan dengan 580 juta ton di tahun 1999. (Pangan dan Uang demi Kesehatan Bangsa”, National Geographic Indonesia, edisi khusus: Detak Bumi, h.48)

20.
2,4 triliun ton per tahun CO2 yang ditambahkan ke udara akibat perubahan tanah yang berhubungan dengan peternakan.

21.
987 juta orang Jumlah kaum miskin yang berhubungan dengan kegiatan peternakan.

22.
1,3 miliar orang Jumlah manusia yang berhubungan dengan produksi peternakan (20%
populasi dunia).


23.
4,6% Air bersih di dunia yang digunakan untuk ternak. (Lester R. Brown, ”Plan B.30 – Mobilizing to Save Civilization”, The Earth Policy Institute, 2008.)

24.
10,7 triliun rupiah Subsidi pupuk kimia untuk tahun 2009 yang mendorong pemerintah mendukung pupuk organik dan menggalakkan usaha peternakan sapi melalui tawaran suku bunga kredit ringan. (Usaha Pembibitan Sapi Mendapat Fasilitas Khusus”, Kompas, 28 Juni 2008)

25.
260 tahun Waktu habisnya persediaan minyak fosil dunia bila semua orang bervegetarian. Jika seluruh manusia makan daging, dalam 13 tahun minyak fosil dunia
habis.
(www.eatveg.com ; 30/8/8)

26.
125 ton/detik Berat kotoran seluruh ternak di Amerika. Bandingkan dengan 6 ton/detik feses yang dihasilkan oleh seluruh penduduk Amerika.


http://sangeunahna.blogspot.com/2011/04/26-fakta-global-warming.html

Hapsoro, Guru "Pemulung" dari Sungai Ciliwung

0 komentar
Sebagai aktivis lingkungan, Hapsoro banyak mengadvokasi persoalan pembalakan liar di Pulau Kalimantan. Ia masuk-keluar hutan dan berkampanye demi penyelamatan hutan. Namun, ketika melepas semua itu dan hanya memaknai diri sebagai orang Bogor, Hapsoro memilih menjadi "pemulung" di Sungai Ciliwung.

Bukan sembarang "pemulung", sejak 2009 Hapsoro bersama rekan-rekannya menggulirkan Komunitas Peduli Ciliwung Bogor. Rutin sekali dalam sepekan mereka memulung sampah di tepian Sungai Ciliwung. Mereka punya 11 titik favorit yang terbanyak sampahnya di sepenggal Sungai Ciliwung di Kota Bogor, mulai Katulampa hingga Cilebut.

Pesertanya masyarakat awam, dari karyawan kantor, guru, hingga pelajar. Mereka menyebarkan informasi titik memulung melalui pesan singkat berantai yang dimulai oleh Hapsoro. Maklum komunitas ini tida mengikat keanggotaan, siapa saja boleh datang dan pergi.

Kegiatan itu murni swadaya Hapsoro dan rekan-rekan tanpa dukungan lembaga tertentu. Hapsoro yang kerap "berjuang" untuk pelestarian lingkungan di luar Bogor merasa perlu berbuat sesuatu bagi Bogor, tempat tinggalnya. Persoalan lingkungan yang menonjol di Bogor adalah Sungai Ciliwung yang kerap dijadikan "tempat sampah". "Sekali memulung, sampah yang terkumpul bisa sampai satu mobil bak terbuka. Awalnya kami urunan menyewa mobil Rp100.000, tetapi belakangan Pemerintah Kota Bogor membantu menyediakan mobil sampah. Mungkin mereka malu", tuturnya.

Setiap Sabtu
Acara memulung bersama itu dilaksanakan setiap Sabtu. Bergantian dengan dua kegiatan lain, yakni menyusuri tepi Ciliwung dan memulung benih pohon beringin serta pekan berikutnya menanam benih yang dikumpulkan dari hutan sekitar Kecamatan Dramaga di tepian Sungai Ciliwung.

Harapannya, pohon beringin yang berakar kuat itu bisa membantu menyerap air hujan agar tidak erosi, sekaligus memperkuat daerah sempadan sungai agar tak mudah longsor. Selama dua tahun terakhir sudah ratusan pohon mereka tanam di bantaran Ciliwung.

Sekali dalam setahun mereka menggelar lomba memulung per kelurahan di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung dan tahun ini akan menginjak tahun ketiga. Masyarakat berlomba berupaya menjadi yang terbanyak mengumpulkan sampah rumah tangga di Sungai Ciliwung. Juara pertama loba mendapat hadiah Rp5 juta. Uang "pembinaan" bagi pemenang merupakan sisa hasil penjualan sampah plastik dari kegiatan memulung rutin setiap pekan dan donasi perorangan.

Hampir tiga tahun memulung, tentu ada suka dan duka yang dirasakan Hapsoro dan teman-teman. Hal tersering yang mereka alami adalah kaki luka kena pecahan kaca atau paku saat memburu sampah di Ciliwung. Yang membuat mereka sampai mengelus dada, ketika sedang memungut sampah, tiba-tiba orang yang tinggal di bantaran sungai tanpa melihat kegiatan itu dengan entengnya membuang sampah ke sungai. Tak jarang sampah tersebut bahkan mengenai kepala mereka. Duh...

Minus kepedulian
Jumlah peserta atau sukarelawan yang terlibat dalam kegiatan memulung itu tak tentu. Pernah hanya bisa dihitung dengan jari, kadang  belasan, pernah pula sampai 80 orang. Dia mengaku sengaja mengajak mereka memulung sampah agar menjadi lebih peduli terhadap Ciliwung.

Ciliwung kerap menjadi persoalan saat banjir melanda Jakarta. Daerah hulu Bogor akan dipersalahkan oleh orang-orang di hilir, seperti Jakarta. Kerusakan Ciliwung sudah terbilang parah, dengan sampah di mana-mana, airnya keruh,, terutama di daerah tengah dan hilir sungai.

Masyarakat membuang sampah karena masih merasa Ciliwung sebagai tempat sampah yang efisien. Orang tinggal melemparnya, lalu sampah hanyut, untuk kemudian menumpuk atau tersangkut di daerah lain. Padahal masyarakat juga memerlukan Ciliwung. Mereka memanfaatkan air dari Sungai Ciliwung untuk kebutuhan sehari-hari. Pada masa lalu, Ciliwung dekat dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Leonard Blussem sejarahwan Belanda, dalam buku Persekutuan Aneh mencatat, Batavia (Jakarta) pernah dikenal sebagai kota yang indah dan bersih pada 100 tahun pertama usianya. Namun sejarahwan mencatat pula, akibat erupsi Gunung Salak, sanitasi kota sama sekali tidak baik karena aliran Sungai Ciliwung tersumbat dan air tercemar. Kini, bukan erupsi Gunung Salak yang menyumbat dan mengotori Sungai Ciliwung, melainkan orang-orang yang tinggal di sekitar sungai itu.

"Kegiatan memulung ini juga untuk kembali mengingatkan mereka agar peduli terhadap Ciliwung,. Kami sebetulnya lebih berharap muncul kesadaran masyarakat", katanya. Adakah hasilnya? Bagi Hapsoro, apa yang dia dan rekan-rekannya lakukan hanya setitik upaya untuk menjaga Ciliwung. Dimulai dari membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap Ciliwung.

Setidaknya, menurut Hapsoro, kini orang-orang mulai memiliki rasa malu untuk membuang sampah sembarangan di sungai ketika mereka "bekerja" mengurangi sampah. Untuk mendorong agar kegiatan ini menjadi gerakan moral warga, seperti harapan Hapsoro, masih jauh dari kenyataan. Namun, bukankah untuk memulai sebuah perjalanan perlu satu langkah kecil? Bagi Hapsoro dan teman-teman, langah kecil itu dimaknai dengan memulung sampah di Sungai Cilwung...

(Bobby, diambil dari KOMPAS.com)

Membakar sampah, baik kah?

0 komentar
Urusan kita dengan sampah tidak berhenti saat kita membuang sampah saja. Membuang sampah di tempatnya memang baik, tetapi masih ada hal-hal yang kita perlu perhatikan setelah membuang sampah.

Beberapa dari kita memilih untuk membakar sampah yang telah terkumpul. Apakah pilihan untuk membakar sampah merupakan pilihan yang baik? Ternyata membakar sampah malah menimbulkan masalah baru lagi, khususnya bagi kesehatan kita.

Saat membakar sampah dalam tumpukan, tidak terjadi proses pembakaran yang baik. Pembakaran yang baik adalah dengan membutuhkan Oksigen (O2) yang cukup. Berbeda saat membakar tumpukan sampah, mungkin bagian luar tumpukan cukup mendapatkan Oksigen sehingga menghasilkan CO2, tapi di dalam tumpukkan sampah akan kekurangan O2 sehingga yang dihasilkan adalah gas Karbon Monoksida (CO).

Lalu kenapa dengan gas Karbon Monoksida?
Gas Karbon Monoksida (CO) merupakan gas yang berbahaya, karena dapat membunuh kita secara massal. Bila kita menghirup gas CO, hemoglobin darah yang seharusnya mengangkat dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh akan terganggu. Dengan begitu, tubuh akan mengalami kekurangan Oksigen, yang dapat berujung kematian.

Asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah juga berbahaya, lho. Masalah juga muncul dari sampah organik, yang dapat mengakibatkan partikel-partikel yang tak terbakar akan berterbangan, atau menghasilkan reaksi yang menghasilkan hidrokarbon berbahaya. Hidrokarbon berbahaya yang dihasilkan asap pembakaran sampah, termasuk senyawa penyebab kanker yaitu benzopirena, nyatanya mencapai 350 kali lebih besar dari asap rokok. Semakin jauh, kita bisa terjangkit kanker paru-paru, infeksi paru-paru, asma, atau bronkitis.

Belum lagi dengan gas yang dihasilkan dari pembakaran sampah, yang juga dapat merusak atmosfer bumi. Gas tersebut adalah senyawa chlor, yang dihasilkan dari pembakaran plastik. Pembakaran bahan sintetis yang mengandung nitrogen, seperti nilon, busa poliuretan yang ada pada sofa atau karpet busa, juga membahayakan karena dapat menghasilkan gas HCN yang berbahaya.

Membuang sampah di tempatnya memang belum cukup. Proses dalam menghancurkan sampah nyatanya masih jauh lebih ribet lagi. Sehingga pada dasarnya, kita pun perlu mengurangi sampah, terutama sampah-sampah yang susah mengurai. Mengurangi konsumsi, memaksimalkan produk yang bisa digunakan berkali-kali daripada yang sekali pakai.

Be smart, be green.

Tips Belajar Agar Tidak Bosan Dan Jenuh

0 komentar
Setiap belajar di rumah ataupun di sekolah pasti kita sering merasa jenuh atau bosan, maka agar jenuh dan bosan itu hilang pada saat belajar lakukanlah belajar itu dengan gaya kita sendiri.
Beberapa cara agar kita belajar tidak merasa jenuh dan bosan :

1. BELAJAR SAMBIL MENDENGAR MUSIK
Banyak orang mengatakan kalau kita belajar sambil mendengarkan musik itu membuat kita tidak konsentrasi dalam belajar, memang pernyataan itu ada benarnya juga tapi ada juga beberapa orang yang menggunakan cara belajar seperti itu agar mereka bisa menghilangkan rasa jenuh dan bosan dalam diri mereka maka jangan heran lagi para guru atau orang tua yang anak –anaknya ada memakai konsep belajar sambil mendengarkan musik.

2. BELAJAR PADA SAAT GURU MENERANGKAN
Cara belajar seperti ini sudah banyak yang melakukan karena cara belajar ini sangat berguna untuk menyerap semua pelajaran pada saat guru menerangkan, jadi pada saat guru sedang menerangkan pelajaran kita pun siap menyalin apa yang sedang di terangkan oleh guru maka kebanyakan yang menggunakan cara ini pasti mereka tidak belajar lagi di rumah. Dengan cara ini pula kebanyakan orang menghilangkan rasa jenuh mereka dengan tidak belajar lagi di rumah.

3. BELAJAR DI TEMPAT YANG SUNYI
Dalam belajar pasti semua para pelajar membutuhkan tempat yang sangat sunyi dan sepi jauh dari keributan dan gangguan orang – orang yang jahil pernyataan tersebut sangat benar dari 2 cara di atas cara ini lah yang sering di gunakan para pelajar, karena cara ini sangat berguna untuk bisa berkonsentrasi dalam belajar dirumah. Tapi belajar dengan cara ini banyak para pelajar bilang bisa menyebabkan jenuh dan bosan untuk mengatasinya agar belajr seperti itu tidak jenuh dan bosan adalah belajar dengan cara tersebut jangan terlalu lama kita laksanakan dengan 15 – 20 menit.

Itu lah cara belajar yang sering di gunakan para pelajar untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan tapi ingat dalam belajar kita tidak bisa memakai cara belajar dengan bersamaan karena itu bisa mengganggu konsentrasi belajar maka dari itu kita harus bisa menentukan dimana letak karakteristik belajar kita.

(Bobby, dari berbagai sumber)

Yuk Kita Menjaga Lingkungan "Go Green"

0 komentar
Enggak perlu berkecil hati kalau enggak bisa jadi aktivis lingkungan atau memadamkan kebakaran hutan.Ada kok beberapa hal - hal kevil lain yang masih bisa kita lakukan sebagai bentuk partisipasi kita buat menjaga lingkungan sekitar kita ,diantaranya adalah :

  • Siraamm, hemat saat harus menggunakan air siram seperlunya saja.
  • pisahkan sampah
  • buang sampah pada tempatnya
  • bungkus dulu,misal jika mau buang sisa permen karet or makanan lain yg lengket mending bungkus dulu deh
  • Hemat AC,jangan biarkan AC menyala sepanjang hari
  • Budayakan nebeng,saat pergi rame - rame dengan teman dalam 1 mobil tentu lebih seru dan lebih hemat dari pada harus masing - masing orang pake mobil sendiri - sendiri ( boros)
  • Hemat pake hp,hemat pake hp brarti kan jarang charge nya
  • Tampung dulu,saat mencuci tangan untuk menyiramnya jgn langsung pake kran mending air kita tampung dulu diember biar lebih hemat
  • Recycle sign only, belilah cemilan yg dibungkusnya ada tulisan recycle
  • Tolak plastik,sebisa mungkin kurangi penggunaan plastik apalagi saat belanja
  • Against animal testing
(Bobby, dari berbagai sumber)

Tahukah Kalian…Berapa lama benda-benda ini terurai di dalam tanah ?

0 komentar

Kategori Bahan / Material
Lama terurai

· Kertas
2,5 bulan.

· Kain katun
1,5 bulan.

· Kulit jeruk
6 bulan

· Kardus/karton
5 bulan

· Filter rokok
10 – 12 tahun.

· Kantung plastik
10 – 20 tahun.

· Sepatu kulit
25 – 43 tahun.

· Baju/kaos kaki yang berbahan nilon
30 – 40 tahun.

· Plastik keras (botol plastik, tupperware, dll) :
50 – 80 tahun.

· Aluminium
80 – 100 tahun.

· Kaleng timah
200 – 400 tahun.

· Styrofoam
tidak dapat terurai




Sumber : database Yayasan Hijau GPL

Hijau Indonesiaku

0 komentar
Yang paling Indonesia banget adalah kepulauan yang begitu banyak,kebudayaan yang begitu unik dan luar biasa,tradisi dan adat istiadat yang masih kental terasa..Keindahaan alamnya kalua kita perhatikan dan cari bahwa Indonesia memiliki Lahan hijau yang begitu luas.tapai karena sebagian orang-orang bertangan jahil sedikit demi sedikit hijau itu semakin lenyap berubah menjadi area yang gundul.

Global Warming yang sekarang ini sangat terasa sekali efeknya untuk kita makhluk hidup..Kegiatan penghijauan hanya sebentar melewatinya,dan tidak bisa dilakukan hanya dengan segelintir orang yang peduli terhadap lingkungan seharusnya kita bersama melakukan hal yang terbaik agar kembali hijaunya Indonesia.

Jaga dan rawatlah bumi tercinta kita!

Global Warming

0 komentar
Pemanasan global jadi issue yang bener-bener hot dan jadi perhatian para petinggi negara di seluruh dunia, saat ini. Efek rumah kaca yang semakin nggak terkendali menyebabkan lapisan ozon bolong dan semakin parah tiap harinya. Efek rumah kaca juga menyebabkan energi matahari dalam bentuk radiasi inframerah nggak bisa memantul keluar atmosfer, karena terhalang awan, gas CO2 (karbondioksida) dan gas lainnya ini menyebabkan suhu bumi semakin meningkat.

Dampaknya, es di kutub mencair, air laut semakin naik, iklim menjadi kacau dan cuaca saat ini nggak bisa ditebak. Yang lebih ngeri, kalau emisi CO2 terus meningkat, suhu bumi bisa meningkat 1.1 - 6.4 derajat celcius yang akan merusak keseimbangan ekosistem bumi. Sikap manusia yang egois juga berperan memperparah global warming. Hutan yang jadi paru-paru dunia malah ditebangi (bego banget), polusi makin banyak karena makin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor. Apalagi kita banyak banget memakai barang-barang dari plastik dan sering buang sampah sembarangan. Nggak heran kalau sering terjadi bencana alam.

Padahal nggak susah kok berpartisipasi mengurangi pemanasan global. Dont Littering for example! Kurangi pemakaian plastik dengan menggunakan kantong dari kain atau kertas yang di daur ulang. Gunakan sepeda sebagai alat transportasi ramah lingkungan atau mulai beralih ke angkutan umum. Bayangkan polusi yang bisa dikurangi kalau semua pengguna kendaraan pribadi menggunakan angkutan umum. Jangan lupa untuk mulai menanam pohon. (Bobby, diringkas dari berbagai media)

Tisu, Hal Sepele Berdampak di Masa Depan

0 komentar
Teman, pernah tidak terlintas di benak kalian semua mengenai tissue. Ya, benda yang sering kita gunakan setiap saat. Sehabis makan pagi selembar (khusus makanan pedes nanti bisa tambah banyak), pas di sekolah setelah jajan selembar, makan siang selembar (dan bisa tambah), makan malam selembar.

Kelihatannya sepele jika hanya dalam sehari. Tapi pemakaian itu terus menerus dalam hitungan minggu, bulan, dan tahun. Semua tissue yang kita gunakan itu berasal dari POHON lho...

Nah, sebenarnya kita sendiri telah melakukan perbuatan yang tidak mengarah kepada perbuatan Go Green lho.

Ada langkah yang dapat kita lakukan agar hemat dan pohon-pohon yang seharusnya menjadikan segarnya bumi ini tetap lestari. Salah satunya adalah mengganti penggunaan tissue dengan lap kain.

Awalnya saya juga seperti itu, suka memakai tissue setiap hari. Namun setelah membaca salah satu artikel dari internet bahwa pemakaian tissue juga andil dalam mengantarkan semakin besarnya efek rumah kaca, hingga sekarang, saya sudah berusaha mengganti tissue dengan kain lap yang saya bawa ke mana-mana. Hitung-hitung menghemat uang.

Daripada dibelikan tissue, mending kita manfaatkan saja buat yang lebih ramah lingkungan, seperti membeli tanaman hias atau bibit pohon agar nanti bisa menjadikan lingkungan rumah kita menjadi segar. (Bobby, sumber dari berbagai media)

Go Green untuk Menyelamatkan Bumi

0 komentar
Kata orang tua saya, pada waktu beliau kecil udara pagi begitu segar dan sawah yang hijau di pinggir jalan serta pohon-pohon yang hijau, namun nampaknya sekarang hal tersebut cukup sulit untuk saya temukan, udara semakin panas, polusi udara semakin buruk sehingga orang-orang jadi lebih mudah untuk jatuh sakit.

Teman, sebenarnya kita dapat merasakan hal indah yang pernah dialami oleh orang tua saya (dan juga orang tua teman-teman). Mungkin beberapa tips ini dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk memulai prinsip Green demi menyelamatkan bumi kita. Setidaknya, bisa kita memulainya dari diri kita sendiri

1. Menggunakan Air Secukupnya
Air adalah sumber kehidupan, air yang bersih dan sehat akan menjaga lingkungan dan tubuh kita. Jangan dibuang-buang. Kalau di tempat kita seperti Jepara ini, kita seharusnya bersyukur karena air cukup melimpah. Namun kadang-kadang kita lupa bahwa di tempat lain ada yang sangat kesulitan air. Bahkan saya pernah membaca sebuah berita bahwa ada beberapa daerah di Indonesia yang sangat kesulitan mendapatkan air.

2. Menanam tumbuhan di sekitar rumah kita
Tanaman dan tumbuhan berfungsi sebagai pemancar oksigen bersih, akan lebih baik lagi bila yang ditanam itu pohon, karena pohon akan menjaga kulaitas air kita. selain itu oksigen bersih yang di hasilnyapun jauh lebih besar.

3. Gunakan Teknologi ramah lingkungan
Paling tidak hal terkecil yang bisa kita lakukan adalah mematikan lampu saat tidur, ada manfaatnya yaitu apabila mematikan lampu saat itu baik bagi kesehatan mata, karena mata kita dapat beristirahat dengan penuh.

4. Hindari penggunaan kantong plastik saat berberlanja, gantikan dengan kardus
Plastik merupakan salah satu zat yang sulit di urai oleh bakteri dan mineral-mineral dari tanah, sama halnya streoform  baru dapat terurai setelah melewati umur 105 tahun. Hati-hati yang suka beli makanan yang berbungkus styrofoam, kalau mau di rebus mending pindahkan ke kaca agar tidak terkena racun.

5. Gunakan kendaraan bermotor seperlunya
saya terkadang heran sama orang-orang bahkan teman saya sendiri, pergi ke warung saja yang jaraknya cuma 50 meter malah menggunakan motor, sungguh terlalu malasnya. Kalau kita pun begitu ayo bergerak, gunakan kaki kita untuk berjalan, jangan malas. orang tua zaman dahulu berumur panjang dan saat tua pun tidak sakit-sakitan karena mereka banyak berjalan kaki.

(disadur dari berbagai sumber)

SUASANA PENGECORAN UNTUK KAMPUS BARU

0 komentar
Mts Matholi’ul Huda Troso (14/01/12). Pembangunan kampus baru, pada hari ini mulai pengecoran bagian langit-langitnya. Acara pengecoran ini dimulai sejak jam tujuh pagi yang dikerjakan oleh para tukang bangunan proyek pembangunan kampus tersebut. Acara dimulai dengan do’a yang dipimpin oleh Ismai’il Al-Qori’ dan H. Musthofa Kamal yang diikuti serentak oleh siswa-siswi Matholi’ul Huda. Pembangunan kampus yang berada tepat disebelah timur kampus MTs Matholi’ul Huda Troso itu begitu antusias mendapat rasa simpatik dari warga tetangga madrasah yang berbondong-bondong keacara pengecoran. Ditempat pengecoran mereka langsung bertindak sesuai komando, ada yang langsung mengangkat semen untuk campuran pasir yang merupakan bahan utama pada acara pngecoran tersebut. Disamping para lelaki yang menyumbangkan tenaganya secara suka rela, para kaum hawa yang rata-rata didominasi kaum hawa-pun tidak mau kalah dalam acara tersebut. Meskipun tidak dengan tenaga seperti halnya yang dilakukan oleh kaum adam, mereka membawakan makanan kecil (dalam bahasa jawa disebut dengan jadah) untuk para pengecor. Tidak kalah juga para siswa MTs-MA Matholi’ul Huda Troso ikut menggunakan tenaganya dalam acara pengecoran tersebut dengan menyalurkan bahan bangunan dan berbaris secara kontinyu. Acara pengecoran dihentikan untuk istirahat karena waktu telah menunjukkan dzuhur dan acara dilanjutkan kembali pada jam satu siang. Para  siswapun tidak ambil diam, meskipun telah pulang sekolah mereka melanjutkan kembali ke acara pengecoran dengan komando dari kepala sekolah yang ikut andil dalam pngecoran tersebut. Acara rampung pada jam lima sore dengan ditandai dimatikannya mesin molen yang digunakan untuk mengolah materi bangunan. i.l

Fasilitas

0 komentar
Berbagai sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar di MTs Matholi'ul Huda Troso kian hari kian bertambah. Hal itu sesuai dengan komitmen MTs Matholi'ul Huda Troso berusaha untuk menghasilkan kualitas lulusan yang lebih baik dan menjadi sekolah terkemuka khususnya di Jepara dengan berbagai sarana dan prasarana yang dapat mengantarkan peserta didik menggapai cita-citanya.
Fasilitas belajar di MTs Matholi'ul Huda Troso adalah sebagai berikut :
Ruang Kelas
Sebanyak dua belas ruang rombongan belajar yang dapat menampung hampir sekitar lima ratus peserta didik di MTs Matholi'ul Huda Troso. Jumlah ruang rombongan belajar kini terus diperbanyak jumlahnya, lantaran dengan pembangunan kampus baru di sebelah timur madrasah.
Laboratorium Fisika, Biologi dan Kimia
Selain mempelajari materi-materi teori, peserta didik di MTs Matholi'ul Huda juga dapat melakukan praktik untuk menunjang pemahaman peserta didik terhadap suatu materi ajar, khususnya materi sains, yang meliputi: Fisika dan Biologi.
Laboratorium Komputer
Teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan pokok di kalangan peserta didik MTs Matholi'ul Huda Troso. Kebutuhan itu dapat ditunjang dengan adanya laboratorium komputer yang dapat dimanfaatkan setiap saat bagi kepentingan pembelajaran. Laboratorium terbagi menjadi dua ruang, di mana setiap ruang terdapat 10 unit personal computer berteknologi mutakhir. Jumlah tersebut akan terus ditambah seiring dengan bertambahnya kebutuhan penggunaan komputer sebagai gerbang menuju era digital.
Laboratorium Bahasa
Keberdaan laboratorium bahasa menjadi menjadi salah satu sarana penunjang kegiatan belajar peserta didik, khususnya di bidang linguistik.
Perpustakaan
Buku adalah jendela ilmu pengetahuan. Pentingnya peran buku sebagai media sumber ilmu pengetahuan menjadi dasar diadakannya perpustaakan di MTs Matholi'ul Huda Troso. Selain buku-buku tentang pelajaran, di perpustakaan ini juga terdapat berbagai jenis buku, mulai dari sastra, ilmu terapan, keagamaan, teknologi, hingga arsip majalah islami dan majalah bola. Semua itu disediakan untuk peserta didik yang selalu haus akan ilmu pengetahuan.
Ruang Keterampilan
- Tata Busana
Mode menjadi salah satu tren yang kian diminati di kalangan remaja dewasa ini. Diharapkan, alumni MTs Matholi'ul Huda Troso tidak hanya sebagai trend follower  di bidang mode semata, tetapi juga dapat menjadi penyumbang ide di dunia mode sehingga menjadi trend setter. Cita-cita tersebut diwujudkan dalam bentuk pengadaan ruang tata busana bagi seluruh peserta didik di MTs Matholi'ul Huda Troso.
- Musik
Disediakan ruang keterampilan musik bagi siswa yang berminat di bidang musik. Di ruang ini, siswa dapat menggunakan semua peralatan yang tersedia, di antaranya: 1 set alat marching band, 1 set rebana, 1 set alat musik band, alat musik dangdut, qasidah, dan lain-lainnya.
- Broadcasting/Studio Radio FM
Peserta didik yang mempunyai minat di dunia broadcasting (kepenyiaran) dapat tersalurkan lantaran keberadaan studio Radio Malida FM yang dimiliki MTs Matholi'ul Huda Troso. Mereka dapat berekspresi di udara menyapa para pendengar.
Musholla
Selain urusan duniawi, siswa juga harus seimbang untuk urusan ukhrawi. Terdapat musholla An-Nur yang berintegrasi dengan pondok pesantren. Jadi, siswa juga dapat memperdalam ilmu keagamaan.
Ruang OSIS
Siswa selain diberikan materi pelajaran, juga diberikan materi kepemimpinan. Ruang OSIS sangat berguna bagi mereka yang terpilih menjadi pengurus OSIS untuk membahas masalah dan kegiatan seputar siswa.
Ruang Pramuka
Pengurus dewan ambalan dapat melakukan rapat atau membahas kegiatan kepramukaan di ruang Pramuka.
Ruang UKS
Bagi siswa yang merasa kurang sehat, dapat beristirahat di ruang UKS, Selain mendapatkan perawatan, siswa juga dapat beristirahat dengan nyaman di ruangan ini.
Koperasi Karyawan
Di Koperasi Madrasah, siswa dapat melengkapi keperluan belajarnya, mulai dari alat tulis, buku tulis hingga perlengkapan lain.
Lapangan Olahraga
- Basket
MTs Matholi'ul Huda Troso mempunyai fasilitas berupa lapangan Bakset yang berstandar NBA. Jadi, siswa dapat belajar basket dan merasakan bermain basket di lapangan yang standar.
- Voli
Disediakan pula lapangan bola voli untuk menunjang minat siswa di bidang olahraga,khususnya voli. Selain lapangannya yang berstandar PBVSI, Didatangkan pula pelatih yang sangat berkompeten di bidangnya.
- Sepak Bola
Terletak 700 m ke selatan dari gedung MTs Matholi'ul Huda Troso. Siswa dapat bermain sepak bola di lapangan sepak bola "Datuk Ampel".
Ruang Guru
Ruang BK
Ruang Tata Usaha
Ruang Kepala
Ruang Bendahara
Ruang MCK
Alat Musik
- Marching Band
- Rebana
- Band
Etalase Surat Kabar
Dengan adanya etalase untuk memajang surat kabar, memungkinkan siswa dapat menambah wawasan dan mengetahui berita seputar Jawa Tengah. Bersumber dari surat kabar yang terkemuka dan diperbarui setiap hari menjadikan siswa semakin luas wawasannya.
Majalah Dinding Emha Pos
Siswa dapat menyalurkan suaranya di majalah dinding ini yang terbit 10 hari sekali dengan bimbingan dari Syaifur Rahman (pengampu majalah dinding emha pos).

LATIHAN PRAMUKA HARI SELASA

0 komentar
Dewan Ambalan memberikan bimbingan pada Latihan Baris Berbaris
|MTs Matholi’ul Huda Troso| Selasa, 22 November 2011 pramuka MTs Matholi’ul Huda Troso latihan kembali dengan materi yang baru dan menyenangkan. Dengan materi latihan sebagai berikut, yakni: Latihan Baris Berbaris (LBB), latihan upacara pembukaan dan penutupan untuk tingkat penggalang, dan yel dari masing-masing kelompok. Pelatihan kepramukaan yang dimulai dengan Latihan Baris Berbaris itu melatih kedisiplinan dan ketanggapan. Pasalnya, baris berbaris melatih kepekaan pendengaran dari sang pemimpin barisan yang memberi aba-aba siap, setengah lengan, hormat, dan lain sebagainya, serta melatih kepekaan respon motorik (gerak) anggota tubuh dari perintah sang pemimpin barisan.
Suasana saat Latihan Baris Berbaris
Latihan Baris Berbaris dibawah naungan Dewan Penggalang yang dibatu oleh Dewan Ambalan dari MA Matoli’ul Huda Troso itu menjadi dasar untuk latihan yang berikutnya, yakni latihan upacara pembukaan dan upacara penutupan dengan bentuk pasukan angkare atau menyerupai huruf U. Diawali dengan mengambil salah satu anak untuk menjadi pemimpin upacara, pembaca pancasila, pembaca dasa darma , pengibar bendera, dan pembaca undang-undang dasar 1945. Dimulai dengan sang pemimpin upacara memasuki lapangan upacara mengambil alih pasukan, dilanjutkan dengan pembina upacara masuk ke lapangan upacara dan pemberian hormat dari pasukan upacara yang dipimpin olah pemimpin upara, dan lain sebagainya yang ada diupacara pada upacara penggalang. Ditengah-tengah jalannya upacara yang tepatnya pada amanat sang pembina upacara, disini sang pembina upacara memberikan sambutannya, sang pembimbingpun ikut andil dalam amanat ini, Bapak Taufiqur Rohman, S.S. namanya. Dalam hal ini beliau cukup unik, pasalnya pada latihan amanat pembiana upacara pada kelompoknya kali ini disamping digunakan untuk latihan, juga dijadikan mendidik anak asuhannya dengan cerita mendindik yang dibuatnya yang menjadi daya tarik sendiri pada latihan kali ini, sehingga menjadi menyenangkan.
Suasana saat yel
Ditengah-tengah latihan kali ini diselingi dengan latihan yel dari masing-masing kelompok. Masing-masing kelompok yang sebelumnya diberi tahu untuk menyiapkan yelnya sebelumnya, sekarang waktunya untuk menunjukkan kebolehannya. Suasana menjadi seru dan menyenangkan ketika salah satu dari kelompok yang menjadikan kelompoknya untuk yel dalam bentuk serangan tanya jawab, yaitu antara kelompokya Kasri kelas VIII D dengan kelompoknya Heru kelas IX B. Suasana mejadi sangat rame, seru, menyenangkan, bahkan membuat tertawa terbahak-bahak bagi siapa saja yang menyaksikannya, karena sangat lucunya kalimat yang dibuat oleh mereka.
Latihan upacara
Sungguh kegiatan yang sangat menyenangkan dan mendidik, bukan hanya materi kepramukaan yang diberikan, akan tetapi kegiatan permainan dan aspirasi penyampaian kreatifitas siswa yang berupa yel juga ditampilkan, sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk peserta didik. 



"SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN
”IKHLAS BAKTI BINA BANGSA BERBUDI BAHWA LAKSANA”

PRAMUKA MTS MH TROSO MASUK DALAM KEGIATAN INTRA

0 komentar
Pramuka???? Apa itu pramuka?..... pramuka merupakan organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti rakyat Muda yang Suka Berkarya. Begitulah kiranya arti dari pramuka yang telah menyebar di seluruh wilayah Indonesia dan negara-negara lainnya.
Biasanya pramuka pada tingkat pendidikan termasuk kegiatan Ekstrakulikuler, namun keadaan ini berbeda dengan pramuka di Mts Matholi’ul Huda yang eksis termasuk kegiatan intra, pasalnya kegiatan pramuka ini mendidik siswa untuk lebih trampil dan tanggap. Latihan pramuka yang diselenggarakan setiap hari selasa itu dimulai sejak selasa, 8 November 2011 itu, mungkin satu-satunya pramuka yang hanya dilaksanakan di MTs Matholi’ul Huda Troso saja. Kegiatan ini dimulai pada jam pelajaran ke-7 dan ke-8 Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso yakni pada jam 11.20 sampai jam 13.00 siang. Kegiatan pramuka ini dilaksanakan secara bergantian antara putra dan putri, jika pada hari selasa ini yang melaksanakan latihan pramuka adalah putra, maka pada selasa depannya adalah permpuan begitu seterusnya. Pada latihan yang pertama kalinya yang melaksanakan latihan adalah kelompok putra. Latihan yang dibimbing oleh
Dewan Penggalang MTs Matholi’ul Huda Troso dan Dewan Ambalan Setiabudi dan Fatmawati dari MA Matholi’ul Huda Troso serta pembimbing muhadhoroh yang menjadi pengawas jalannya kegiatan. Semua murid dianjurkan untuk latihan diluar ruangan. karena kondisi hujan pada hari itu, maka latihan dialihkan dalam kelas dan ada juga yang berada diteras-teras sekolah. Meskipun dalam keadaan hujan, tidak melemahkan semangat peserta didik untuk mengikuti jalannya kegiatan pramuka yang dibimbing oleh Dewan Ambalan dan Dewan Penggalang itu. Dewan Ambalan memberikan pengarahan tentang bagaimana jalannya upacara pada dewan penggalang yang bentuk barisannya adalah angkare (yang menyerupai huruf U).

Salah satu dari Dewan Ambalan yang ikut andil dalam memberikan pengarahan adalah Joko Aji Saputro yang berasal dari kelas XII IPA MA Matholi’ul Huda Troso pada kelompok yang dibimbing oleh Mahaj Khoirunnas, S.Pd. Pengarahan yang dimulai dari memberkan tata cara sikap siap yang benar, cara hormat dan gerakan baris-berbaris lainnya serta mencontohkan jalanya upacara pada tingkat penggalang. Seperti gambar disamping dengan mencontohkan sang pemimpin upacara menjalankan tugasnya dalam upacara dan sang pengawaspun juga ikut andi menjadi sang pembina. Begitu selesai pelatihan upacara, Dewan Ambalan dan kawan-kawan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya nanti yakni membuat yel. dihimbau kepada pserta didik pada pertemuan berikutnya bisa mengikutinya secara baik, maka diberikan pengarahan dan contoh yel. Ternyata ada salah satu siswa yang sudah bisa yel dan mencontohkannya kepada teman-temannya.
Hal di atas diterapkan karena Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia dengan tujuan agar;

* anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.

* anggotanya menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya.

* anggotanya menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya.

* anggotanya menjadi manusia yang menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.

SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN